berita hackerinternettechnology

Cara Menghindari Penipuan Phishing

Selamat siang para IT professional..
Apakah Anda pernah mendengar istilah “Phising?”
Itu adalah salah satu teknik yang dilakukan oleh hacker untuk mencuri identitas Anda secara online
Untuk mengetahui bagaimana menjaga diri agar tidak menjadi korban Phising, berikut tips dan trik yang dapat dilakukan

 
 
Phishing adalah bentuk pencurian identitas online di mana penipu mengelabui pengguna internet dalam mengirimkan informasi pribadi ke situs web yang tidak sah. Penipuan phishing biasanya disajikan dalam bentuk spam atau pop-up dan seringkali sulit untuk dideteksi. Setelah penipu mendapatkan informasi pribadi anda, mereka dapat menggunakannya untuk semua jenis cyber crime seperti pencurian identitas, mencuri kartu kredit dan melakukan hal-hal yang beresiko lainnya. 

Phishing adalah salah satu bentuk yang paling licik dari pencurian identitas, penting bagi anda untuk mengetahui berbagai jenis penipuan phishing serta belajar bagaimana untuk mencegah mereka.
 
Contoh Phishing:

Cara Menghindari Penipuan Phishing
Untuk membantu anda terlindung dari phishing, berikut tipsnya:

1. Menjaga terhadap spam. Hati-hati terhadap email yang:

  • Berasal dari pengirim yang tidak dikenal.
  • Meminta anda untuk mengkonfirmasi informasi pribadi atau keuangan melalui Internet dan / atau membuat permintaan mendesak untuk informasi ini.
  • Tidak pribadi.
  • Mencoba untuk mengancam anda dengan informasi menakutkan.

2. Berkomunikasi tentang informasi pribadi hanya melalui telepon atau situs web yang aman.
Faktanya:Ketika melakukan transaksi online, carilah tanda bahwa situs tersebut aman dengan menunjukan ikon kunci pada status bar browser atau “https:” Berhati-hatilah skema telepon phishing. Jangan membocorkan informasi pribadi melalui telepon kecuali anda melakukan panggilan. Berhati-hatilah terhadap email yang meminta anda untuk memanggil nomor telepon untuk memperbarui informasi account anda juga.

3. Jangan klik link download file atau membuka lampiran dalam email dari pengirim yang tidak dikenal.
Cara terbaik untuk membuka lampiran adalah ketika anda tahu apa yang ada di dalam dokumen tersebut.

4. Jangan mengirim email informasi pribadi atau keuangan, bahkan jika anda dekat dengan penerima.
Anda tidak pernah tahu siapa yang mungkin mendapatkan akses ke akun email anda, atau ke rekening seseorang kepada siapa anda mengirim email.

5. Waspadalah terhadap link dalam email yang meminta informasi pribadi
Bahkan jika email tampaknya berasal dari sebuah perusahaan yang melakukan bisnis dengan anda. Situs web phishing sering menyalin seluruh tampilan situs yang sah, sehingga tampak otentik. Untuk amannya, hubungi perusahaan yang sah untuk melihat apakah mereka benar-benar mengirim email tersebut untuk anda.

6. Hati-hati pop-up dan ikuti tips berikut ini

  • Jangan pernah memasukkan informasi pribadi di layar pop-up.
  • Jangan klik link di layar pop-up.
  • Jangan copy alamat web ke dalam browser anda dari pop-up.
  • Perusahaan yang sah tidak boleh meminta anda untuk mengirimkan informasi pribadi di layar pop-up, jadi jangan lakukan itu.

7. Lindungi komputer Anda dengan firewall, filter spam, anti-virus dan software anti-spyware.
Pastikan perangkat lunak / software yang terinstall up-to-date, dan perbarui semua aplikasi di komputer secara teratur untuk memastikan bahwa anda memblokirnya dari virus baru dan spyware.

8. Periksa account online dan laporan bank anda secara teratur
Untuk memastikan bahwa tidak ada transaksi yang tidak sah yang telah dibuat.

Anda harus selalu berhati-hati tentang memberikan informasi pribadi melalui internet. Untungnya, perusahaan telah mulai menggunakan taktik untuk melawan phisher, tetapi mereka tidak dapat sepenuhnya melindungi anda sendiri.

Ingatlah bahwa anda mungkin menjadi sasaran hampir di mana saja secara online, jadi selalu awasi mereka “phishy” dan jangan pernah memberikan informasi pribadi secara online.

Leave a Reply