MIKROTIK

MSTP Region untuk management jaringan layer2

MSTP digunakan untuk management jaringan layer2 sebagai protokol untuk mencegah terjadinya trafik looping. Umumnya MSTP lebih banyak digunakan ketika layer2 terdapat beberapa informasi VLAN dan berada di jaringan skala besar. Pada mekanismenya MSTP akan dibagi kedalam beberapa group yang disebut MSTP Region.

Dengan adanya pembagian group MSTP Region, redudansi jalur lebih efektif dan juga memperingan resource dari perangkat switchnya sendiri. Pada masing-masing region nantinya akan terdapat ‘Regional Root Bridge’ dan diantara satu region dengan region lainnya juga akan dipilih ‘Root Bridge’. MSTP akan menggunakan Internal Spanning Tree (IST) untuk mengelola jaringan didalam sebuah region dan menggunakan Common Spanning Tree (CST) untuk mengelola jaringan antar region. Dan MSTP akan mengkombinasikan dua protokol yaitu Common dan Internal Spanning Tree (CIST) untuk meng-handle informasi mengenai topologi didalam sebuah region atau antar region.

Supaya perangkat bisa tergabung dalam satu region yang sama, maka ada beberapa konfigurasi yang perlu disesuaikan satu perangkat dengan yang lain. Diantara parameter yang perlu disetting supaya perangkat bisa tergabung dalam satu region yang sama, yaitu:

  • Region Name
  • Region Revision
  • VLAN Mapping (MST Instance ID)

Jika sebuah perangkat switch menerima BPDU melalui sebuah port dan ternyata konfigurasi tidak sesuai, maka MSTP akan menganggap port tersebut sebagai ‘Boundary Port’ dan akan digunakan sebagai jalur untuk komunikasi dengan region yang lain.

Election Process
Mekanisme pada MSTP dibagi menjadi 2, yaitu intra region dan inter region. Supaya dapat berjalan dengan baik MSTP membutuhkan sebuah Regional Root, yang mana merupakan Root Bridge yang berada dalam sebuah region, dan CIST Root, yang merupakan Root Bridge antar region.
Nantinya, Regional Root Bridge akan digunakan untuk melakukan load balancing VLAN Group didalam sebuah Region, sedangkan CIST Root akan digunakan untuk menentukan port mana yang memiliki role sebagai alternate/backup port (inactive) dan sebagai root port (active) antar region. 

Diantara region satu dengan region yang lain tidak ada mekanisme load balancing per VLAN Group. Proses pemilihan root port (active) atau blocking port (inactive)  antar region dilakukan dengan mekanisme yang sama seperti (R)STP.Apabila MSTP melakukan blocking port didalam sebuah region untuk mencegah trafik looping diantara MSTP Regions, maka port tersebut tetap bisa active untuk proses load balancing per VLAN Group dalam region tersebut.

Konfigurasi

TOPOLOGI 

Untuk contoh konfigurasi kita akan membuat 2 region yang saling terhubung dengan management VLAN 10,20,30,40. Contoh konfigurasi VLAN dan juga MSTP Instance bisa dilihat pada artikel sebelumnya disini.
Region 1 terdiri dari tiga router yaitu SW1, SW2, SW3. Untuk konfigurasi kita setting pada masing-masing interface bridge-nya dengan menambahkan parameter Region Name=R1 

Gambar Region-Name & Region Revision SW1,SW2,SW3 

Region 2 terdiri dari tiga router juga, yaitu SW4,SW5,SW6. Dan kita lakukan konfigurasi yang serupa. Namun disini kita bedakan untuk parameter Region Name=R2

Gambar Region Name & Region Revision SW4, SW5, SW6

Sedangkan untuk Region Revision, kita isikan dengan nilai yang sama baik di Region1 maupun Region2. 
Dan Antara Region 1 dan Region 2 nanti akan terhubung dengan ‘Boundary Port’ pada SW1, SW3 dan SW4, SW6.
Selanjutnya, kita bisa melakukan monitoring pada status interface bridge. Sebagai contoh kita lakukan monitoring dari perangkat SW6 (Region 2). 

Monitoring status dari SW6 (Region2) 

Jika dilihat dari SW6 (Region 2) maka CIST Root Bridge akan mengarah ke  Bridge-ID 0x5000.D4:CA:6D:9C:A3:27. 
Bridge-ID tersebut mengambil dari perangkat SW2 (Region1) karena perangkat tersebut menjadi Regional Root Bridge dari Region 1 sekaligus memiliki nilai BPDU paling kecil dibanding router-router yang lain, baik di Region 1 maupun Region 2.

Konfigurasi ‘Priority’ & Monitoring Status SW2 (Region1)
Sedangkan untuk Regional Root SW6 mengarah ke Bridge-ID 0x8000.D4:CA:6D:84:CF:F9 yang mana merupakan Bridge-ID dari SW4 karena secara priority antar perangkat Switch dalam Region 2, SW4 memiliki nilai yang paling kecil.
Dan hasilnya, jika dilihat dari SW4 dan SW6 di Region 2 untuk status ‘Boundary Port’ nya, adalah interface ether1 (SW4) sebagai ‘Root Port’ (Active ) sedangkan interface ether3 (SW6) sebagai ‘Alternated Port’ (Inactive). 

Role Port masing-masing Boundary Port SW4 & SW6