MIKROTIK

Multiple Spanning Tree Protocol

Pada RouterOS v6.41 pada mikrotik sudah ditambahkan fitur MSTP (Multiple Spanning Tree Protocol) di interface bridge  yang mana dengan fitur ini kita bisa mencegah adanya trafik looping di jaringan layer2. Sebenarnya sudah ada teknologi yang serupa yaitu (R)STP namun dengan MSTP ini kita bisa gunakan untuk management trafik looping pada VLAN dan selain itu MSTP juga bisa digunakan untuk Layer2 Redudancy serta Load-balance untuk jaringan VLAN.Secara umum mekanisme sistem dari MSTP tidak jauh berbeda dengan (R)STP dan juga konsep dari (R)STP bisa diterapkan juga pada MSTP. Oleh karena itu direkomendasikan untuk mempelajari terlebih dahulu perihal (R)STP sebelum mencoba implementasi MSTP ini. Untuk (R)STP bisa dilhat pada artikel sebelumnya disini

Pada implementasi (R)STP, untuk BPDU akan dikirim ke semua physical interface untuk mendeteksi adanya trafik looping dan jika terdeteksi maka akan melakukan ‘Blocking’ trafik supaya tidak melewatkan trafik. Namun, jika terdapat trafik looping pada VLAN maka (R)STP tidak akan bisa mendeteksinya. Dengan penggunaan MSTP ini nantinya kita akan menggunakan parameter ‘MST Instance’ untuk membuat sebuah group VLAN (VLAN Mapping) yang dapat digunakan untuk loadbalancing & redundant.

MSTP Instance (MSTI)

Pada MSTP untuk management VLAN kita bisa membagi VLAN dalam beberapa group. Dan dengan VLAN group kita bisa membuat Load balancing dan mentukan Root Bridge dalam sebuah topologi MSTP. Jika pada (R)STP kita hanya mempunyai satu Root Bridge, namun pada MSTP kita bisa mempunyai lebih dari satu Root Bridge. Misal, untuk 1 VLAN Group terdapat perangkat Root Bridge dan VLAN Group yang lain terdapat Root Bridge pada perangkat yang lain.

Untuk VLAN Group ini disebut sebagai ‘MSTP Instance‘. Nantinya MSTP Instance juga memiliki peran cukup penting jika kita sudah melakukan management banyak Core Switch, dan nantinya juga akan dibagi ke beberapa MSTP Region. Dengan adanya MSTP Instance juga lebih memperingan resource dari perangkat switch untuk memproses MSTP nya. Pengaturan VLAN Group pada MSTP Instance juga dikenla dengan istilah ‘VLAN Mapping‘. 

Contoh konfigurasi

Sebagai contoh kasus, disini ada sebuah topologi yang mana pada topologi tersebut terdapat beberapa perngakat. Dan yang menjadi point kita disini adalah 3 perangkat switch. Pada perangkat switch tersebut kita jalankan MSTP dan kita atur untuk VLAN Mapping-nya.

[GAMBAR TOPOLOGI]

Pada topologi diatas kita, jika kita menggunakan (R)STP maka akan mempunyai 1 Root Bridge saja. Namun, dengan MSTP ini nanti kita akan atur pada SW1 akan menjadi ‘ROOT BRIDGE’ dari VLAN 10,20 sedangkan SW2 akan menjadi ‘ROOT BRIDGE’ dari VLAN 30,40. 

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah kita akan setting Bridge VLAN dan mengaktifkan MSTP dimasing-masing perangkat switch. Namun, sebelumnya untuk konfigurasi Bridge VLAN ini, kita akan menggunakan (R)STP dan men-disable ‘VLAN Filtering’ supaya remote akses ke switch tidak terputus.

Selanjutnya, kita setting pada masing-masing switch untuk memasukkan informasi interface yang akan di masukkan ke dalam ‘Bridge Port’.

Langkah berikutnya pada masing-masing switch kita setting untuk VLAN TAGGED dan VLAN UNTAGGED.

Dari langkah ini konfigurasi Bridge VLAN sudah selesai. Kalau kita aktifkan ‘VLAN Filtering’ harusnya untuk distribusi VLANnya sudah bisa berjalan. Namun, karena kebutuhan selanjutnya adalah penggunaan MSTP maka kita akan disable terlebih dahulu ‘VLAN Filtering’ dan kita akan setting MSTP Instance (MSTI) untuk melakukan VLAN Mappingnya.

Untuk konfigurasi MSTP Instance ini kita lakukan pada Tab Bridge –> MSTIs. Sesuai dengan topologi diatas untuk SW1 akan menjadi ‘Regional Root Bridge‘ dari VLAN 10,20 dan SW2 akan menjadi ‘Regional Root Bridge‘ dari VLAN 30,40.

Dengan kebutuhan tersebut maka pada SW1 & SW2 kita akan setting 2 rule MSTI dan kita atur juga masing-masing nilai Priority nya.

Sedangkan SW3 karena posisinya ada di ujung sebagai VLAN UNTAGGED, kita hanya perlu menambahkan MSTI Indentifier saja. Untuk nilai Pritority kita biarkan default. 

Kemudian, kita baru aktifkan untuk protokol ‘MSTP‘ dan juga ‘VLAN FILTERING‘ pada interface Bridge di masing-masing Switch (SW1, SW2, SW3).

Terakhir, kita bisa melihat hasilnya, apakah sesuai untuk ‘Regional Root Bridge’ sudah aktif di switch sesuai dengan VLAN Mapping-nya, yaitu melalui status MSTI dari posisi SW3.